PROFIL LPPM

Rencana Induk Penelitian 2021-2025 IPB Internasional merupakan arahan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan dan pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan inovasi dalam jangka waktu lima tahun.  Sesuai dengan arahan Ditilitabmas – Dikti tahun 2014 tentang penyusunan rencana Induk penelitian, maka RIP IPB Internasional diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan daya saing bangsa.  Untuk itu diperlukan standard kriteria minimal mutu hasil penelitian menurut bidang yang digelutinya. 

Penyusunan Rencana Induk Penelitian periode tahun 2021-2025 dilandaskan pada sejumlah kebijakan lembaga, khususnya keputusan-keputusan Yayasan Dharma Widya Ulangun, keputusan-keputusan Senat Akademik, Rencana Strategis Pengembangan IPB Internasional,  Rencana Strategis IPB Internasional, kebijakan-kebijakan nasional dan daerah, serta Keputusan-keputusan Ketua. Rencana Induk Penelitian IPB Internasional 2021-2025 ini disusun dengan meliputi tiga tahapa utama yaitu penetapan identitas, pengembangan rencana aksi, serta monitoring dan evaluasi. Rencana aksi dalam mencapai prioritas strategis ditetapkan seperti pada gambar 1.

Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan tugas pokok dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh IPB Internasional. Penelitian merupakan salah satu Dharma dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mulai tahun 2012, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melaksanakan kebijakan desentralisasi pengelolaan program penelitian. Kebijakan ini melimpahkan sebagian tugasdan wewenang dalam pengelolaan program penelitian secara bertahap kepada perguruantinggi. Untuk mendukung kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di atas maka arahan kebijakan dalam pengelolaan penelitian di IPB Internasional  dituangkan dalam Rencana Induk Penelitian (RIP) yang dibuat untuk jangka waktu 5 tahun (tahun 2016-2020). RIP adalah dokumen formal yang berisi visi, strategi pencapaian dan temapenelitian unggulan institusi termasuk topik-topik riset yang harus diacu oleh peneliti didalam melakukan penelitian.

Sebagai suatu lembaga akademik, IPB Internasional mengemban misi mencerdaskan bangsa dan mengembangkan kehidupan bangsa. IPB Internasional juga berkeinginan untuk menjadi pusat pengembangan pengembangan ilmu pariwisata dengan menyelenggarakan pendidikan yang bermutu tinggi, melakukan penelitian dan pengembangan ilmu untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia dan kemaslahatan umat manusia.

Proses diatas dilakukan untuk menjamin tercapainya standar pengelolaan penelitian berupa kriteria minimal tentang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan, dan evaluasi serta pelaporan kegiatan penelitian.  Pelaksanaan standar dilakukan oleh unit kerja pelaksana penelitian yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). LPPM memupunyai kewajiban diantaranya untuk menyusun dan mengembangkan rencana program penelitian sesuai dengan RIP perguruan tinggi.

RIP 2021-2025 merupakan dokumen formal perencanaan jangka menengah yang mengacu kepada RIP IPB Internasional dan keputusan senat yang terkait dengan penelitian. RIP ini ditujukan bagi stakeholder IPB Internasional dalam mengusulkan, melaksanakan, melaporkan dan mendiseminasikan penelitian sesuai dengan kaidah ilmiah.  RIP juga memberi ruang pengembangan lembaga untuk bekerjasama dengan lembaga lain yang diimplementasikan dan disumbangkan terhadap perkembangan kepariwisataan khususnya dan kemanusiaan umumnya.

IPB Internasional berkewajiban mengelola riset dan pengembangan IPTEKS, yang secara strategis diperlukan untuk mendukung perekonomian dan pembangunan nasional, termasuk merancang program dan agenda riset dan melaksanakan manajemen program, mengelola hak perlindungan intelektual, serta mengelola pemasaran serta penyebarluasan hasil-hasil penelitian.

Sesuai dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) untuk mendesentralisasikan kegiatan penelitian pada perguruan tinggi, maka IPB Internasional telah melakuan kajian secara bottom up untuk menemukenali berbagai permasalahan, kendala, inisiatif strategis, serta capaian menuju center of excelent for tourism and hospitality. Temuan hasil kajian tersebut dituangkan dalam RIP untuk membei arahan pelaksanaan penelitian dalam jangka waktu lima tahun.

Penyusunan RIP didasarkan pada SK Mendiknas No.001/D/O/2008, tanggal 2 Januari 2008, tentang  penyelenggaraan program  pendidikan Diploma IV Manajemen Perhotelan dan Manajemen Kepariwisataan oleh IPB Internasional.  Salah satu sasaran strategis yang hendak dicapai oleh IPBI adalah: 

Terlaksananya penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan unggul, publikasi dan karya ilmiah bermutu tinggi, dan keterlibatan dalam pembangunan bangsa di bidang kepariwisataan. 

Selain itu, kebijakan IPB Internasional dalam penentuan program prioritas penelitian juga dijadikan dasar untuk pembuatan peta jalan penelitian yang diunggulkan. Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan RIP ini adalah:

 

  • Statuta IPB Internasional tahun 2014 – 2025;
  • RIP IPB Internasional tahun 2013 – 2017;
  • Keputusan Senat IPB Internasional terkait Penelitian;
  • Peraturan-peraturan Akademik lain yang menunjang keberadaan penelitian.

Landasan pengembangan IPB Internasional telah digariskan dalam Visi dan Misi IPB Internasional yang ditetapkan oleh Senat Akademik. Dalam implementasinya, penjabaran  Visi dan Misi dilakukan dengan mempertimbangkan peran, tuntutan dan tanggung jawab IPB Internasional di tingkat regional, nasional  dan lokal, dengan mengacu pada perundangan, peraturan, dan regulasi yang berlaku.

A.  Visi

IPB Internasional merumuskan visi lembaga sebagai berikut:

Menjadi lembaga pendidikan tinggi di bidang pariwisata dan bisnis yang unggul yang unggul, mandiri dan mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional pada tahun 2030.

Visi tersebut selanjutnya diturunkan menjadi visi LPPM IPB Internasional sebagi berikut:

Lembaga pendidikan tinggi di bidang pariwisata dan bisnis yang mampu menghasilkan penelitian unggul, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional pada 2025.

Penelitian unggul diartikan sebagai penelitian yang memenuhi kaidah ilmiah, topik yang relevan dan kekinian, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas kemanusiaan.  Unggul juga diartikan sebagai berkualitas global yang dibuktikan dengan publikasi internal dan eksternal, mampu bekerjasama dengan lembaga lain, serta mampu menghasilkan karya yang bernilai komersial.  Mampu bersaing dibuktikan dengan publikasi ilmiah pada tingkat global dengan skor H-Index yang baik.  

B.  Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, IPB Internasional menetapkan misi sebagai berikut:

1)      Menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi berbasis teknologi  informasi  untuk membangun  sumber  daya  manusia  yang  berintegritas  dan  berdaya saing tinggi.

2)      Mengembangkan dan menerapkan ilmu pariwisata dan bisnis untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berintegritas dan berdaya saing tinggi.

3)      Menyelenggarakan  penelitian dan pengkajian bidang  pariwisata  dan  bisnis untuk     menemukenali  dan    mengatasi  persoalan  –  persoalan  yang  muncul  di masyarakat dalam mengoptimalkan pembangunan dan pengembangan pariwisata dan bisnis berkelanjutan.

4)      Menyelenggarakan              pengabdian             kepada              masyarakat              dalam mengoptimalkan  pemberdayaan  masyarakat  dan  pelestarian  lingkungan  dalam membangun pariwisata dan bisnis berkelanjutan.

5)      Menyelenggarakan kemitraan dalam menunjang proses pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

6)      Menyelenggarakan penjaminan mutu untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu lulusan secara berkelanjutan..

Misi tersebut dijabarkan dalam misi LPPM yaitu:

1)      Menghasilkan penelitian yang unggul di bidang perhotelan dan kepariwisataan;

2)      Melakukan penelitian-penelitian yang berorientasi pada pembangunan kepariwisataan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat;

3)      Melakukan inisiasi pengembangan penelitian berskala nasional dan internasional;

4)      Merintis kerjasama perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan stakeholder lainnya untuk menciptakan penelitian yang bersifat applied research.